Piknikdong.com, News – Sedang mencari informasi mengenai puasa 2025 tanggal berapa? Yuk kita simak awal Ramadhan dari NU, Muhammadiyah dan Pemerintah.
Umat Muslim bersiap menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah yang dimulai pada akhir pekan ini, menandai awal ibadah penuh berkah di tahun 2025.

Pemerintah Indonesia akan menentukan awal Ramadhan melalui sidang isbat, sesuai dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2004 tentang penetapan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.
Di samping itu, organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah juga akan mengumumkan awal Ramadhan berdasarkan metode masing-masing.
Muhammadiyah menerapkan hisab hakiki wujudul hilal, yang bisa menghasilkan perbedaan penetapan dibandingkan dengan pemerintah dan NU.
Awal Ramadhan 2025 NU
Nahdlatul Ulama (NU) belum mengumumkan awal Ramadhan 2025.
Penetapan ini umumnya dilakukan oleh Lembaga Falakiyah (LF) PBNU setelah mengamati rukyatul hilal pada 29 Syakban sebagai acuan utama dalam menentukan awal bulan suci.
Awal Ramadhan 2025 Muhammadiyah
Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan 2025 pada Sabtu, 1 Maret 2025. Keputusan ini didasarkan pada Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025 mengenai hasil perhitungan hisab untuk Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1446 Hijriah.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah pada Senin, 31 Maret 2025.
Dengan demikian, umat Muslim yang mengikuti ketetapan ini akan menjalankan ibadah puasa selama 30 hari penuh.
Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, mengumumkan maklumat tersebut dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 12 Februari 2025.
Awal Ramadhan 2025 Pemerintah
Pemerintah akan menetapkan awal Ramadhan 2025 setelah Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat pada 29 Syakban 1446 H.
Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa sidang isbat tersebut dijadwalkan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kemenag, Jakarta Pusat, pada Jumat, 28 Februari 2025.
Sidang isbat akan membahas analisis hisab, verifikasi hasil rukyatul hilal, serta menetapkan awal Ramadhan berdasarkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Menurut standar MABIMS, hilal dianggap terlihat apabila berada di ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.
Direktur Urais Binsyar Ditjen Bimas Islam Kemenag, Arsad Hidayat, mengungkapkan bahwa berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak awal Ramadhan 2025 terjadi pada Jumat, 28 Februari sekitar pukul 07.44 WIB.
Pada hari tersebut, hilal di berbagai wilayah Indonesia sudah berada di atas ufuk dengan ketinggian berkisar antara 3° 5,91′ hingga 4° 40,96′, serta sudut elongasi antara 4° 47,03′ hingga 6° 24,14′.