Beranda News News

Weekend ke Semarang, Lawang Sewu Ajak Wisatawan Menyusuri Jejak Kereta Api

Weekend ke Semarang, Lawang Sewu Ajak Wisatawan Menyusuri Jejak Kereta Api
Weekend ke Semarang, Lawang Sewu Ajak Wisatawan Menyusuri Jejak Kereta Api

Kalau akhir pekan ini berencana jalan-jalan ke Semarang, ada banyak pilihan destinasi yang bisa disambangi.

Kota ini bukan hanya menawarkan kuliner dan tempat wisata kekinian, tetapi juga punya sederet bangunan bersejarah yang menarik untuk dijelajahi.

Salah satunya adalah Lawang Sewu. Bangunan ikonik yang berada di kawasan Tugu Muda ini tidak sekadar dikenal karena bentuk arsitekturnya, tetapi juga menyimpan cerita panjang tentang perkembangan perkeretaapian di Indonesia.

Dibangun sebagai kantor perusahaan kereta api Hindia Belanda

Cerita Lawang Sewu tidak bisa dilepaskan dari Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS, perusahaan kereta api swasta yang beroperasi pada masa Hindia Belanda.

Pembangunan gedung utamanya dimulai pada 1904 dan rampung tiga tahun kemudian, tepatnya pada 1907.

Pada masa itu, bangunan tersebut digunakan sebagai kantor pusat NIS dan menjadi salah satu bagian dari perkembangan jaringan kereta api di Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, bangunan tersebut kemudian dikenal luas dengan nama Lawang Sewu. Sebutan itu muncul karena karakter bangunannya yang memiliki begitu banyak pintu dan jendela.

Bukan cuma bangunan tua, ada cerita kereta api di dalamnya

Daya tarik Lawang Sewu bukan hanya terletak pada tampilan bangunannya. Tempat ini juga menjadi salah satu lokasi untuk mengenal lebih jauh perjalanan perkeretaapian Indonesia.

Pengunjung dapat melihat berbagai koleksi, informasi sejarah, serta ruang edukasi yang membantu menggambarkan bagaimana perjalanan kereta api berkembang dari masa ke masa.

Karena itu, berkunjung ke Lawang Sewu bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata heritage sekaligus mendapatkan pengalaman yang lebih edukatif.

Lebih dari 1,6 juta orang berkunjung sejak 2024

Popularitas Lawang Sewu juga terlihat dari jumlah wisatawan yang datang. Sepanjang 2024, destinasi ini mencatat 639.091 pengunjung.

Pada 2025, jumlahnya berada di angka 620.550 pengunjung. Sementara hingga Agustus 2026, sebanyak 376.997 orang tercatat mengunjungi Lawang Sewu.

Jika dihitung secara keseluruhan, jumlah kunjungan dari 2024 hingga Agustus 2026 mencapai 1.636.638 pengunjung.

Angka tersebut menunjukkan bahwa bangunan bersejarah tetap memiliki daya tarik tersendiri di tengah banyaknya pilihan wisata modern.

Naik kereta ke Semarang juga jadi pilihan wisatawan

Semarang sendiri cukup mudah dijangkau menggunakan kereta api. Data perjalanan penumpang menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi di dua stasiun utama kota tersebut.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Stasiun Semarang Tawang mencatat 1.262.315 pelanggan yang naik dan turun. Rinciannya terdiri dari 628.946 pelanggan naik dan 633.369 pelanggan turun.

Sementara itu, Stasiun Semarang Poncol melayani jumlah yang lebih tinggi, yakni 1.867.005 pelanggan naik dan turun. Angka tersebut terdiri dari 902.984 pelanggan naik dan 964.021 pelanggan turun.

Keberadaan layanan kereta api ini turut memudahkan masyarakat dari berbagai daerah untuk menjadikan Semarang sebagai tujuan perjalanan, termasuk ketika ingin mengunjungi destinasi heritage seperti Lawang Sewu.

Lawang Sewu menjadi bagian dari cerita Kota Semarang

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, destinasi heritage seperti Lawang Sewu memiliki keterkaitan dengan perjalanan masyarakat saat berkunjung ke Semarang.

“Perjalanan kereta api memiliki hubungan erat dengan perkembangan berbagai kota di Indonesia, termasuk Semarang.

Lawang Sewu menjadi salah satu peninggalan yang menyimpan cerita perjalanan perkeretaapian dari masa lalu hingga saat ini.

Masyarakat dapat mengenal sejarah tersebut melalui bangunan, koleksi, dan informasi yang tersedia saat berkunjung,” ujar Anne.

Keterkaitan antara kereta api dan perkembangan Semarang memang menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan kota ini.

Karena itu, Lawang Sewu tidak hanya bisa dilihat sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga sebagai salah satu tempat untuk memahami bagian dari perjalanan transportasi di Indonesia.

Semarang punya jutaan wisatawan setiap tahunnya

Aktivitas wisata di Semarang juga tergambar dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang.

Pada 2024, jumlah wisatawan yang tercatat berkunjung ke Kota Semarang mencapai 7.345.373 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.321.077 merupakan wisatawan nusantara, sementara 24.296 lainnya adalah wisatawan mancanegara.

Dengan banyaknya wisatawan yang datang, destinasi seperti Lawang Sewu menjadi salah satu pilihan menarik untuk melengkapi perjalanan di Kota Semarang.

Bisa jadi pilihan untuk mengisi akhir pekan

Bagi yang sedang mencari destinasi bernuansa sejarah di Semarang, Lawang Sewu bisa dimasukkan ke dalam daftar kunjungan akhir pekan.

Selain menikmati arsitektur bangunan yang khas, wisatawan juga dapat mengenal cerita di balik perkembangan perkeretaapian Indonesia melalui koleksi dan informasi yang tersedia di dalamnya.

Jadi, jika akhir pekan nanti ada rencana bepergian ke Semarang, menyempatkan waktu untuk mampir ke Lawang Sewu bisa menjadi cara sederhana untuk menikmati wisata kota sekaligus menyusuri jejak sejarah yang masih terawat hingga sekarang.

Ikuti Piknikdong.com Tambahkan situs ini ke sumber pilihan Anda untuk mendapatkan berita terbaru.
Mimin
Mimin
Penulis Piknikdong.com

Tinggalkan komentar